| Home | Latest Articles | Login | Register

6 Saran Menjual Diri Lewat Portofolio


Portofolio LokerMungkin saat Anda berencana melamar kerja atau menawarkan jasa untuk menangani suatu proyek, Anda diminta untuk mengirimkan portofolio diri atau karya Anda. Anda mungkin masih bingung dengan portofolio itu sendiri.

Nah, agar Anda tidakbingung lagi Anda mesti tahu bahwa portofolio merupakan kumpulan karya-karya terbaik yang telah Anda buat dalam waktu tertentu. Saat ini bisa jadi portofolio merupakan elemen terpenting dalam melamar pekerjaan atau menawarkan jasa Anda.

Terutama bagi Anda dengan pendidikan dan pengalaman kerja yang erat dengan seni. Seperti misalnya desain grafis, arsitektur, dan fotografi. Bidang jurnalistik juga bisa Anda buat dalam portfolio dengan membuat kliping tulisan dan prestasi Anda.

Sedangkan isi portofolio bisa disusun berdasarkan tugas-tugas yang sudah Anda buat selama Anda bekerja. Ingat, dalam membuat portofolio Anda tidak boleh sembarangan. Karena, portofolio mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam melamar pekerjaan maupun menawarkan jasa tersebut.

Terpenting yang harus Anda ketahui adalah portofolio berfungsi sebagai ajang ‘menjual diri’. Portofolio juga bisa menunjukkan karakter dan kemampuan Anda yang sesungguhnya.

Nah, berikut 6 saran bagi Anda dalam membuat portofolio. Anda simak!

  1. Pilihlah karya terbaik yang Anda miliki yang sekaligus mewakili selera pribadi Anda. Untuk itu, Anda harus selektif memilih karya-karya yang anda miliki. Jangan sekalipun Anda menyertakan hasil karya yang Anda sendiri sadar bahwa karya itu tidak begitu bagus.
  2. Karya yang Anda pilih harus dapat menunjukkan spesialisasi Anda. Misalkan, Anda berpengalaman di bidang fotografi fashion, maka tonjolkan foto-foto fashion ketimbang foto-foto still life. Jika Anda piawai dalam desain interior kantor maka tonjolkan karya desain interior terbaik Anda.
  3. Bisa juga Anda sertakan keterangan gambar dengan memuat tanggal dibuat dan sedikit penjelasan tentang karya Anda. Misalnya kapan dan dalam rangka apa Anda membuat karya tersebut.
  4. Jangan sekalipun Anda menyertakan hasil karya teman atau orang lain di dalam portofolio Anda. Jika orang yang karyanya Anda bajak itu tahu, Anda akan berurusan panjang dengannya. Anda akan dikenakan tuduhan telah melanggar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Biar bagaimanapun lebih aman menyertakan karya asli pribadi.
  5. Gunakan format kertas yang tidak terlalu besar. Karena kertas yang besar selain boros, juga akan menyulitkan jika Anda harus melakukan presentasi atas karya-karya Anda. Lebih baik Anda gunakan kertas A4, walaupun Anda membuat portofolio arsitektur maupun seni rupa.
  6. Untuk warna dasar Anda bebas memilih sesuai selera Anda. Tetapi agar lebih jelas mungkin Anda bisa memilih hitam sebagai warna dasar hasil karya-karya Anda.

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda. Kenali dan cobalah! Sukses untuk Anda!

www.glorianet.org





Weeding Place u dont want to miss out



(9106.jpg )



(9107.jpg )


(9108.jpg ) 


(9109.jpg ) 


(9110.jpg ) 


(9111.jpg ) 


(9112.jpg ) 


(9114.jpg ) 


(9113.jpg ) 





Ingin memperdalam agama, pelajari dulu Bahasa Arab.


Ingin memperdalam agama, pelajari dulu Bahasa Arab.

Karena hukum mempelajarinya dari sudut Syariat Islam adalah Fardhu Kifayah, dan bisa saja menjadi suatu keharusan bagi seseorang untuk mempelajarinya sehingga hukumnya menjadi Fardhu ‘Ain baginya.

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya� (QS. Yusuf : 2)

Cintailah bahasa Arab karena tiga hal, yaitu bahwa aku adalah orang Arab, bahwa al-Quran adalah bahasa Arab, dan bahasa penghuni syurga di dalam syurga adalah bahasa Arab� (HR. at-Thabrani)

Bersemangatlah dalam mempelajari bahasa Arab, karena sesungguhnya bahasa Arab adalah sebagian dari agamamu� (Umar Ibnul Khattab)

Berbicaralah dengan menggunakan bahasa Arab karena hal ini merupakan bagian dari syi�ar Islam� (Asy Syahid Imam Hasan Al Banna)



Product management vs. Project management


If you want to be a bad product manager, confuse product management with project management. The words are so close because the two concepts are so similar. Product managers should manage projects since they need to ensure that the projects get done. They’re both management roles (right?) so the skills and experience are virtually the same. Project managers just get in the way and try to take control of the project away from the product manager.

If you want to be a good product manager, learn the difference between product management and project management. Despite the similar names, there are big differences between product management and project management. Confusing them is common, even among those experienced in product development.

Project managers are responsible for the successful delivery of a project — a one-time endeavor with a goal, scope, deadline, budget, and other constraints. A project manager will work to align resources, manage issues and risks, and basically coordinate all of the various elements necessary to complete the project. As they relate to products, projects can be undertaken to build a product, to add new features to a product, or create new versions or extensions of a product. When the project is complete, the project manager will usually move move to a new project, which may be related to a different product.

Product managers are responsible for the overall and ongoing success of a product. Once the project to build the product is complete and the project manager has moved on, the product manager remains to manage the product through the entire lifecycle. Other projects related to the product may be initiated, with the product manager being the one constant stream throughout, defining the project goals and guiding the team to accomplish the business objectives that have been defined.

One challenge of the two roles is that they can appear to be at odds with each other. A product manager may want to add a lot of features to meet observed customer needs, but the project manager may want to keep scope as small as possible so that the project is delivered on time and under budget. Traditional definitions (and probably those above, too) often mischaracterize the project manager as singularly focused on getting the project finished on time and under budget without any concern as to whether it meets the market or customer needs.

Good product managers and good project managers are able to create a balance of these conflicts. Good project managers know that the true success of a project is not whether it is on time and within budget, but whether it meets the defined goals and objectives. Good product managers know that all the features in the world will not matter if the project is continually delayed and never makes it to market or if it is too over budget to be completed.

Especially for web-based and technology products, the confusion between project and product management is common and potentially harmful to organizations who do not acknowledge the distinction. As Rob Grady writes in Are you a Web Project Manager or Web Product Manager? (Part I):

Today, as websites have become increasingly important in business, they are, unfortunately, still being managed as projects. This becomes a problem in meeting defined business objectives, prioritizing, having the right skills to manage what has now become a core business function. If the website has become or is a core business function there is a greater need than managing a project, it has become a product which will have a series of projects driven through business objectives.

There are some important points to keep in mind related to project management and product management:

  • Just like every product needs a product manager, every project needs a project manager.
  • Just because product managers think they can manage their own projects does not mean they should.
  • The skills, talents, and traits involved in project management are very different from those involved in product management.
  • Just like it is hard to find one single person who can fill the product management role and the product marketing role, it is hard to find one person who can be successful at both the product management and the project management role.
  • Project management is not a stepping stone to product management, nor vice versa.
  • Good project managers are just as valuable as good product managers.
  • Finding a good project manager to manage your projects will help you be an even better product manager.
  • The less time product managers spend on project management, the more time they will be able to spend on product management.
  • To avoid conflicts between product management and project management, product managers, project managers, and project teams should all agree on shared goals and objectives as much as possible.




How to be A Good Product Manager


Deliver customer value, not product features

If you want to be a bad product manager, try to deliver as many features as possible. The more features you have, the more likely you are to have the things that any individual customer cares about. Customers expect products to keep getting better, and the way a product keeps getting better is by adding more features. Plus, adding a whole bunch of smaller features will be just as good — if not better — than adding that one big important enhancement. More is always better, right?

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Stop gathering requirements

If you want to be a bad product manager, gather requirements. How else will you know about what to put in to the product if you don’t ask others? Interview current customers, ask them what their requirements are, and make sure to capture them. That’s what being “customer-focused” is all about, after all — responding to any customer request. Make sure to gather requirements from internal stakeholders too. Get a list of features from customer support, marketing, sales, and senior executives. If you just gather all of the requirements from all of the right people, you’re bound to have a successful product — right?

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Delegate tactical responsibilities

If you want to be a bad product manager, do everything yourself. You’re the product manager, after all, so you should be the final authority on everything related to the product. You should be the one answering questions from salespeople, drafting press releases for marketing, defining all of the processes for suppliers, and poring over every detail with engineering. Sure it takes a lot of your time, but that’s what a product manager should be spending time on. What other more important things are there to do?

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Be comfortable being uncomfortable

If you want to be a bad product manager, make sure you stay within your comfort zone. There are many different responsibilities in product management, and some of them might not be things in which you are experienced or even competent. Stay away from doing anything that will make you look bad or make you feel uncomfortable. There are plenty of activities you can do within your comfort zone, and either ignore or get someone else to do the things that make you sweat.

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Plan for the present and likely future

If you want to be a bad product manager, plan for far advance into the future. Your product will of course be a success, so you need to have every possible detail figured out now to ensure it will continue to be a success for years to come. It’s just as important to plan for an issue that will likely come up tomorrow as it is to plan for an issue that could possibly come up a few years from now. If things go really well — or really poorly — you want to be prepared “just in case,” no matter how unlikely that may be.

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Work effectively with sales

If you want to be a bad product manager, distance yourself from your sales force. Your job is to get the product defined and built, after all, not to sell it. The company has levels of sales management focused on improving sales, so they don’t need you involved. If the product isn’t selling as much as it should, that’s a problem with the sales people, not with the product. Your success as a product manager is only defined on how good the product is, not how well it’s doing in the market.

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Ask a good product manager

If you want to be a bad product manager, do not seek out advice from other product managers. The problems you are facing in your job are so unique that surely no one has ever encountered them before. Your product is special and different, and there is no way that someone else could provide advice. Even if there was someone who could help, you certainly couldn’t share any details because of confidentiality, security, and intellectual property issues. Plus, solving problems on your own is good for your character. You’re never going to learn if you’re always asking other people for help, right?

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Do not be afraid to remove features

If you want to be a bad product manager, don’t ever remove features. Why would you take something out of your product? More features just make the product better, so taking away features would obviously make the product worse. Sure, not everyone will use every feature, but that’s why you have so many of them. What if you take away something that even just a small portion of your customers use and you alienate them? Customers always ask for more features — not less — so in the end, the product with the most features win.

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Choose promotions for effectiveness, not coolness

If you want to be a bad product manager, make sure to only do “cool” and “viral” marketing to get your message out. You need those “whiz-bang” promotional ideas that will get people’s attention. Flashy stunts, guerrilla marketing, and social campaigns are the only way to get your word out. Print advertising, direct mail, trade shows — those “old media” techniques are just not appropriate in today’s world and any product marketing manager with any self-respect will avoid them at all costs.

If you want to be a good product manager, Keep reading →



Understand qualitative vs. quantitative research

If you want to be a bad product manager, rely solely on quantitative research. Business is about numbers, after all, and there’s a reason you had to learn statistics in school. If you can’t prove something to a level of statistical significance, it must not be reliable. You would never make a decision about a product that’s used by millions of people by just getting input from a few dozen. What people say is not nearly as important as how many people say it.

If you want to be a good product manager, Keep reading →


Visit the archives for more product management tips.



Pemerintah, BBM, Rakyat Dan Kriminalitas


Pagi ini di lingkungan tempat saya bekerja ramai membicarakan rencana kenaikan BBM sebesar 30% pada juni nanti. Pejabat Pemerintah (Legislatif, Eksetutif, Legislatif) adalah pihak yang berwenang untuk menaikan BBM, karena sebagai pihak yang diberi amanat oleh rakyat dalam Mengelola negara ini,Tujuan Penjalanan Roda Pemerintahan Berawal Dengan Menarik Pajak dari berbagai bidang untuk Dipakai mensejahterakan rakyat.

Pada Wikipedia BBM adalah Bahan bakar minyak jenis bahan bakar. Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah: Minyak tanah rumah tangga,Minyak tanah industri, Pertamax,Pertamax plus,Premium, Solar transportasi, Solar industri,Minyak diesel,Minyak bakar

Siapa rakyat miskit itu? artikel surat kabar Harian Kompas (19/03/2005) yang ditulis oleh Irwanto menyebutkan tiga kategori rakyat miskin adalah mereka yang terdefinisikan marginal secara sosial, politik dan ekonomi, dan wilayah/antropologi s. Kategori kemiskinan juga dapat dilihat dari pendapatan ekuivalen perkapita, kematian bayi dan ibu, buta huruf, sanitasi, kesehatan rumah tangga, perumahan hingga gizi balita yang buruk. Namun salah satu komponen yang kemudian terdefinisikan kelompok marginal yang masuk ke semua lini tersebut adalah perempuan. Jika mengacu pada definisi agama pada ranah fikih, yang termasuk kelompok ini adalah mereka yang disebut kaum mustadh'afin (yaitu kelompok orang-orang tertindas) di antaranya adalah fakir dan miskin. Asghar Ali Enginer memasukkan perempuan dalam kelompok orang-orang yang tertindas. Sedangkan kelompok miskin dibedakan menjadi dua kelompok yaitu miskin adalah orang yang mempunyai pekerjaan tetapi tidak mencukupi kebutuhan hidup dan keluarganya, kedua kelompok fakir merupakan orang yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan atau penghasilan tetap. Kedua kelompok ini merupakan kelompok yang berhak menerima zakat, dan tidak wajib melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Di Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang ingin mengurangi subsidi. Tujuan dari pengurangan tersebut dikatakan adalah agar dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk hal-hal lain seperti pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan tersebut sering memicu terjadinya kenaikan pada harga barang-barang lainnya seperti barang konsumen, sembako dan bisa juga tarif listrik sehingga selalu ditentang Rakyat atau Masyarakat

Saat ini pasar minyak di dunia sedang dalam harga yang melambung, Indonesia yang katanya Negara Penghasil minyak ternyata adalah negara pengeskpor minyak. Kenapa Rakyat indonesia seperti tikus mati di lumbung padi. karena Minyak Indonesia Sebagian Besar di kuasai oleh pihak asing, dan pembagian keuntungan saat ini yang sangat tidak adil, dimana hanya sedikit pendapatan yang diterima oleh negera, jadi keadaan kenaikan harga minyak tidak bisa dinikmati oleh Rakyat Indonesia. Begitu bodohkah Pemerintah Indonesia, atau karena adanya uang yang masuk kepundi orang-orang yang tidak bertanggung jawab?

kenaikan BBM yang akan terjadi pemerintah menggunakan dasar mengurangi subsidi BBM untuk rakyat miskin, Jika logika pemerintah menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dengan mengurangi subsidi adalah untuk kebaikan rakyat jangka panjang tetapi sambil mencekik rakyat dengan cara pelan-pelan setiap harinya, apakah itu bukan bentuk kezhaliman? Hal lain lagi yang dijadikan sebagai argumen pengurangan subsidi BBM adalah karena setiap harinya negara harus kehilangan sekian trilyun anggaran subsidi BBM yang dinikmati oleh mereka yang tidak layak disubsidi.

Memang rakyat sedang menderita suatu penyakit kompleks yang akut dan harus segera diobati baik oleh mereka sendiri maupun negara. Mulai dari penyakit mental hingga fisik seperti kemiskinan, kobodohan, premanisme dan sebagainya. Masalahnya, obat yang diberikan adalah obat yang selalu sama dan justru menambah penyakit bertambah kompleks, bahkan kiat akut, bukan suatu penyembuhan yang tahapannya terlihat dari waktu-ke waktu.

Dalam Wacana pemerintah mengatakan kita harus berhemat. Dan saya kembali bertanya siapa yang harus berhemat. Rakyatkah, atau Aparat pemerintahan? sebuah nalar sederhana yang mungkin Bisa menjelaskan keadaan rakyat,   rakyat miskin tadinya yang naik bis, sekarang jadi jalan kaki.. trus dijalan ketabrak metromini/busway yg semakin bertambah ngebut karena nguber setoran (soalnye BBM nya naik) trus mati.. –> RAKYAT MISKIN BERKURANG atau Tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa beli obat generik trus tidak bisa beli lagi  –> RAKYAT MISKIN BERKURANG atau Tadinya rakyat miskin makan sehari sekali.. trus jadi makan sekali  buat 3 hari (karena daya belinya turun).. lama2 mati.. –> RAKYAT MISKIN BERKURANG. seperti inikah penghematan yang dimaksud?

Saat ini Kita Bisa menyaksikan Mobil-mobil mewah dari para Aparat, Dari Legislatif, Eksekutif, Yudikatif dengan keluaran terbaru, tidakkah penggunaan BBM mereka gratis dari negara? dari uang rakyat? kenapa hal ini tidak di hemat? penggunaan Aturan pengaman Orang penting terdiri dari konvoi yang beriringan telah memboroskan BBM tidak kah ini satu faktor yang bisa dihemat? atau adanya Asset-aset yang disalah gunakan, Fasilitas Yang Lux Untuk para pejabat, Hutang Pengusaha Nakal, Bocornya pendapatan Negara Dari Pajak, Non Pajak,kebocoran belanja rutin, yang selama ini banyak dikorupsi,Pengelola an negara yang efektif dan Effisien, mengurangi pembayaran utang dengan cara meminta pemotongan jumlah utang. Tidak kah itu merupakan sumber keuangan untuk bisa disalurkan kepada rakyat dan bisa dimasukan dalam pendapatan dalam APBN.

Mencoba menelaah perkataan Jusuf Kala bahwa Subsidi hanya dinikmati oleh orang kaya?, BENARKAH SUBSIDI BBM HANYA DINIKMATI ORANG KAYA, YAKNI ORANG-ORANG YANG MEMAKAI BENSIN, SOLAR DAN LISTRIK LEBIH BANYAK? jawabnya adalah TIDAK BENAR. Baik orang kaya maupun orang miskin menikmati subsidi BBM. Subsidi BBM adalah subsidi tidak langsung. Artinya bukan bensin, solar atau minyak tanah itu sendiri yang mempunyai arti. Subsidi BBM menopang daya beli masyarakat. Jika subsidi dicabut, daya beli masyarakat akan jatuh. Bahan bakar merupakan komponen setiap barang dan jasa yang kita konsumsi (pangan, sandang, perumahan, obat-obatan, layanan pendidikan). Jika subsidi dihapus, maka harga pangan, sandang, perumahan, obat dan layanan pendidikan meningkat drastis. Orang miskin akan semakin sulit menjangkau kebutuhan pokok dan layanan dasar yang harganya melambung. Dampak kenaikan harga lebih besar bagi orang miskin ketimbang bagi orang kaya.

kalau selama ini kita selalu dikelabui dengan wacana Dalam ranah permainan kata-kata, adalah suatu hal yang niscaya untuk membuktikan suatu perkataan; termasuk wacana menaikkan harga BBM, pengurangan subsidi ataupun dana kompensasi. Namun yang menjadi persoalan, Wacana ini bukanlah wacana baru yang belum pernah teruji perannya dalam menyengsarakan rakyat dan kegagalannya dalam teori mekanisme distribusi. Kebutuhan BBM adalah persoalan keseharian yang menyangkut seluruh komponen kehidupan masyarakat. Logika menaikkan harga BBM sudah pasti berdampak pada penaikan biaya seluruh aktivitas ekonomi dan produknya yang harus ditanggung setiap hari. Pdahal, bukan pada tempatnya pemerintah menggunakan logika minum jamu, sebagai kiasan legitimasi kepanikannya mengurus negara. Yang menjadi persoalan adalah apa dan siapa yang sakit, mengapa rakyatnya yang disuruh minum jamu sekaligus membayarnya!

Orang ekonomi Atas memang mengkonsumsi minyak dan energi lebih banyak karena mereka punya rumah lebih besar (listrik lebih banyak, untuk penerangan, kulkas dan AC) dan punya mobil yang haus bensin. Itu memang tidak adil. Harus ada cara untuk mengoreksi ketidakadilan itu. Pencabutan subsidi bukan cara satu-satunya. Kita tak perlu membakar rumah untuk menangkap tikus.

Pemerintah, seperti biasa, dengan dalih kenaikan BBM, pemerintah akan memberi Bantuan Tunai Bersubsidi Sebesar Rp 100.000/bulan seperti dulu, Apakah ini uang sogok untuk rakyat yang nilai tidak seberapa, apa dengan BLT Bisa Membantu Rakyat? Kompensasi juga sangat tidak sebanding dengan kebutuhan yang ada. Setiap keluarga miskin (dengan standar BPS) mendapatkan Rp.100.000,00/ bulan dengan asumsi perkeluarga dipukul rata terdiri dari 4 orang. Berarti setiap orang mendapatkan Rp.25.000,00/ bulan alias Rp.833,00/hari (sebulan= 30 hari). Pada awal 2005, ketika subsidi masih penuh, rakyat perorang mendapat subsidi Rp.2000,00/hari dan kompensasi hanya dapat Rp.833,00/hari. Artinya dengan kenaikan BBM sekarang pemerintah menarik Rp.1.300,00 dari orang-orang miskin perhari perorang. Coba Bandingkan Pendapatan PAra Pejabat, Uang 1.300 hanya mungkin dipakai Parkir Oleh Para orang yang dengan Bangga mengaku dirinya ELITE. Sedang Bagi kebanyakan Rakyat Indonesia ELIT adalah Keadaan dimana Ekonomi Meraka Memang SUlit.

Apa lagi alasan Pemerintah untuk menaikan BBM itu, harga BBM indonesia paling murah? ternyata tidak, Masih ada negara yang jauh lebih murah dibandingkan dengan Indonesia. Contohnya Saudi Arabia, Brunei Darussalam dan Venezuela. Jika dikonversikan ke rupiah, maka harga minyak tanah di Venezuela sekitar Rp.350,00. Atau BBM murah mengundang Investasi? PERNYATAAN ITU MENYESATKAN. Justru dengan BBM murah, biaya produksi akan murah. Hal itulah yang akan mengundang investasi luar negeri. Pernyataan itu hanya benar untuk para investor minyak. Kenaikan harga BBM merupakan prakondisi liberalisasi ekonomi sektor migas, terutama sektor hilir. Puluhan perusahaan minyak asing sudah antri menunggu untuk bisnis migas sektor hilir. Mereka akan mendirikan SPBU-SPBU di seluruh Indonesia. Selain itu, merupakan rahasia umum bahwasanya Wakil Presiden dan Menko Ekonomi merupakan raja-raja bisnis minyak di Indonesia.

Suatu Hal Yang pasti Dampak kenaikan bahan bakar minyak dengan adanya pencabutan subsidi akan membuat tingkat pengeluaran masyarakat menjadi membengkak. Efek berikutnya, kehidupan ekonomi masyarakat kecil menengah makin tertekan. uruh dan rakyat miskin merupakan kelompok masyarakat yang sangat sensitif terhadap dampak kenaikan BBM. Para buruh, dalam memenuhi kehidupannya hanya bergantung pada upah minimal tetap yang diterima. Apabila kenaikan BBM ditetapkan, sedangkan upah tidak naik, kelompok ini sangat rentan menjadi semakin miskin, Apakah ini termaksud dalam tujuan penyelenggaraan Negara. yaitu Memiskinkan Rakyatnya. Tidakkah Saharusnya mensejahterkan Rakyatnya. Tapi secara tidak langsung tujuan Mensejahterkan Rakyatny telah tercapat, siapa yang sejahtera ya Para Pejabat dan Peyelenggara Pemerinta itu.

Lalu rakyat miskis apa yang akan terjadi, Maka Angka kriminalitas akan meningkat, Kenapa karena banyak masyarakat kehilangan penghasilan, atau tidak tercukupi kebutuhan hidupnya. Akan Sebanyak orang yang Bertindak nekat untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mereka dan Keluarganya. Kriminalitas ini bisa berupa Meningkatnya Angka PSK, Karena tidak punya uang dan tidak punya apapun untuk dijual maka banyak wanita yang menjual diri untuk memenuhi kehidupan mereka, Meningkatnya angka prampokan dan Pencurian, seperti kita ketahui orang lapar akan bertindak nekat. hal ini bisa dilihat dari kenaikan jumlah angka kriminal sebagai berikut:

Jakarta, 31/12/2007 (Kominfo – Newsroom) – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta mengungkapkan, selama tahun 2007 tercatat terjadi peningkatan angka kriminalitas menjadi sebanyak 60.983 dibanding tahun 2006 yang mencapai 59.376 kasus atau terjadi peningkatan sekitar 2,71 persen
 Angka kriminal total tahun 2007 ini meningkat dibanding 2006, yaitu dari 59.376 pada 2006 menjadi 60.983 pada tahun ini (2007) atau meningkat 2,71 persen,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Ketut Untung Yoga Ana dalam jumpa pers catatan akhir tahun di Mapolda, Metro Jaya Jakarta, Senin (31/12).

Sesuatu yang unik telah terjadi di Di Indonesia kenaikan harga BBM ini menjadi suatu tradisi, artinya kita akan selalu berhadapan dengan kanaikan harga BBM. Hal ini harus dipikirkan oleh pemimpin-pemimpin yang akan datang minimal bagaimana caranya agar minyak mentah itu nantinya bisa diolah sendiri di dalam negeri sehingga bisa menekan harga BBM, tidak mengikuti harga dunia. Kalau memang harga BBM harus naik, yang paling merasakan dampaknya adalah kelas menengah ke bawah. Sementara kelas atas tidak merasakan secara langsung karena penghasilannya sudah di atas rata-rata. Dengan situasi sekarang saja golongan menegah ke bawah sudah kesulitan untuk mengatur agar bisa berjalan usahanya, baik untuk produksi maupun menggaji karyawan. Bisa dibayangkan kalau harga BBM dinaikkan maka memicu kenaikan harga bahan pokok dan juga bahan produksi.Sebagai rakyat mempertanyakan, ini merupakan suatu kegagalan dalam kabinet  SBY karena rakyat perlu sejahtera. Seperti Tujuan penyelenggaraan Negara Mensejahterakan Rakyat.

Akhir kata Sebuah Pertanyaa yang tak pernah terjawab Kenapa kembali rakyat Kecil yang harus menanggung Ongkos Kenaikan BBM yang begitu besar….? Pemerintah Tolong Beri Solusi Yang terbaik Kepada KAmi Rakyat Kecil… Jangan Hanya Kami di manfaatkan saat menjelang kampanye untuk memberi suara, setelah itu kami dilupakan… , Tolong Sejahterakan Kami.

Seorang Rakyat Indonesia





RENCANA BISNIS


Sebuah rencana bisnis adalah peta dalam menjalankan usaha. Sebuah rencana bisnis juga akan membantu dalam melihat lebih jelas mengenai tipe bisnis yang akan dirintis, siapa saja yang akan menjadi pelanggan, dan apa saja produk atau jasa yang akan ditawarkan.

Rencana bisnis yang resmi akan memberikan summary (catatan ringkas) dari bisnis dan market, detil produk, pelanggan dan pangsa pasar (market), supplier, estimasi keuntungan, analisa persaingan usaha, dan lain-lain.

 

Rencana bisnis ideal ini dapat mencapai 20 halaman dan butuh berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Berikut adalah hal-hal yang harus dipikirkan saat menulis rencana bisnis.

Pertama, usaha apa yang akan Anda mulai? Toko, jasa professional, atau website online.

Kedua, apa tujuan dari bisnis Anda?

Sebuah bisnis dapat dimulai karena kesenangan belaka, tetapi bila Anda ingin mendapat keuntungan, Anda harus tahu mengapa memulai bisnis. Apakah untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari pelanggan atau menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.

Ketiga, bagaimana bisnis Anda akan menghasilkan uang? Apakah akan menjual produk, dimana produk itu diperoleh, pada harga berapa akan membeli produk itu dan berapa akan dijual.

Keempat, siapa sajakah yang akan menjadi pelanggan? Mengenal pelanggan adalah hal yang utama dalam menulis sebuah rencana bisnis.

Mengetahui siapa pelanggan juga akan membantu dalam menjalankan kegiatan advertising dan marketing, termasuk menentukan harga produk.

Kelima, bagaimana mendapatkan pelanggan tersebut? Misalnya, apakah dengan menelponnya satu per satu, atau akan merekrut tim penjualan yang hebat.

Tentu saja poin-poin di atas hanyalah langkah dasar dalam membuat sebuah rencana bisnis, akan tetapi pon-poin tersebut adalah yang terpenting.





| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39